Minggu, 31 Mei 2015

PENGARUH KEBUDAYAAN ISLAM DALAM KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA
A. Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat 3 teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia.Ketiga teori tersebut memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama Islam ke Nusantara.
1. Teori Gujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
a. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
b. Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia–Cambay - Timur Tengah - Eropa.
c. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang
d. bercorak khas Gujarat.
Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang menyebarkan ajaran Islam.


2. Teori Makkah
Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat. Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).Dasar teori ini adalah:
a. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
b. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhabSyafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. Sedangkan Gujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.
c. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir.
Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri.
3. Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
a. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.
b. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj.
c. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda tanda bunyi Harakat.
d. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
e. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.
Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke - 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India).
Proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia pada dasarnya dilakukan dengan jalan damai melalui beberapa jalur/saluran yaitu melalui perdagangan seperti yang dilakukan oleh pedagang Arab, Persia dan Gujarat. Pedagang tersebut berinteraksi/bergaul dengan masyarakat Indonesia. Pada kesempatan tersebut dipergunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya diantara pedagang tersebut ada yang terus menetap, atau mendirikan perkampungan, seperti pedagang Gujarat mendirikan perkampungan Pekojan.Dengan adanya perkampungan pedagang, maka interaksi semakin sering bahkan ada yang sampai menikah dengan wanita Indonesia, sehingga proses penyebaran Islam semakin cepat berkembang.Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama atau mubaliqh yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren. Selain itu juga, Islamdisebarkan melalui kesenian, misalnya melalui pertunjukkan seni gamelan ataupun wayang kulit. Dengan demikian Islam semakin cepat berkembang dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia.Di pulau Jawa, peranan mubaligh dan ulama tergabung dalam kelompok para wali yang dikenal dengan sebutan walisongo yang merupakan suatu majelis yang berjumlah sembilan orang.
B. Pengaruh Kebudayaan Islam bagi Kehidupan Bangsa Indonesia dalam Berbagai Bidang
Kedatangan Islam di Indonesia mendorong revolusi besar dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Hampir seluruh aspek tata kehidupan berubah menjadi aturan-aturan yang berdasarkan kaidah-kaidah yang berimbang, karena kebudayaan Islam telah memberi pengaruh pada bangsa Indonesia. Sebelum Islam Masuk dan berkembang sebenarnya bangsa Indonesia telah dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha, sehingga Islam di Indonesia mengalami proses akulturasi, yaitu proses bercampurnya dua atau lebih kebudayaankarena percampuran bangsa-bangsa yang saling mempengaruhi.
Dalam berbagai bidang Islam telah memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan bangsa Indonesia, diantaranya yaitu:
1. Pengaruh Islam dibidang Bahasa
Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang menggunakan Bahasa Arab. Bahasa Arab lambat laun masuk dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. sehingga dalam bentuk bahasa, alkulturasi budaya terjadi secara adopsi dengan penyesuaian pengucapan bagi bangsa Indonesia, seperti pada huruf-huruf tertentu yang bagi orang jawa sangat sulit melafalkanya. Dari hasil penelitian disekitar Yogyakara dan Surakarta banyak terlihat penyesuaian pengucapan kosakata Arab yang disesuaiakan dengan lidah jawa. Beberapa contoh mengenai akulturasi bahasa yang telah memberi pengaruh pada masyarakat Indonesia:
a. Penggunaan Arab pegon, yaitu berupa Arab gundul yang ditulis tanpa tanda bunyi.
b. Pengucapan pada beberapa huruf Arab yang mengalami penyesuaian, misalnaya, huruf ‘ain diucapakan dengan ngain, seperti yang sering kita dengar kebanyakan dari orang-orang Jawa ketika memgucapaan alhamdulillahhirrobbil’alamin menjadi alkamdulillahirobbilngalamin. Allah menjadi Alloh, wudhu mejadi wulu, dzuhur menjadi luhur, dan syajarotun menjadi sejarah, rizki menjadi rejeki, dan lain-lain sebagainya.
c. Penggunaan nama-nama hari yang berjumlah tujuh dalam seminggu yang merupakan adopsi bahasa Arab. Yakni, Senin berasal dari kata isnaini (dua), Selasa berasal dari kata tsalasa (tiga), Rabu berasal dari kata arbain (empat), Kamis berasal dari kata khamis (lima), Jumat berasal dari kata jumuah (ramai).
d. Penggunaan nama-nama bulan mengacu pada bahasa bulan Arab yaitu Sura yang sebenarnya berasal dari Muharram, Sapar dari kata Safar, Mulud beasal dari kata Rabi’ul Awal, Bakda Mulud berasal dari kata Rabi’ul Akhir, Jumadilawal dari kata Jumadil Awal, Jumadilakir dari kata Jumadil Akhir, Rejeb dari kata Rajab, Ruwah berasal dari Sya’ban, Pasa berasal dari kata Ramadhan, Sawal dari kata Syawal, Sela dari asal kata Dzulqaidah, dan Besar dari kata Dzulhijjah.

2. Pengaruh Islam dibidang Arsitektur
Dalam bidang arsitektur, akulturasi budaya menghasilkan bentuk bangunan yang indah. Masjid yang merupakan tempat ibadah umat Islam dibuat sedikit berbeda dengan yang ada di Timur Tengah, yaitu tidak adanya kubah dipuncak bangunan, puncak tersebut diganti dengan menara yang semacam meru, tesususn hingga tiga sampai lima tingkatan. Peran menara tersebut digunakan sebagai tempat orang memanggil kaum muslim untuk sholat/adzan, bangunan itu juga berfungsi untuk mengawasi hilal. Menara ini mirip dengan bangunan candi hindu, ini dimaksudkan untuk mempertahankan bentuk lokalanya, contohnya pada masjid Demak dan Kudus dengan tiga tingkatan, dimasjid demak Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan Iman, Islam, dan Ihsan dan masjid Banten memiliki meru lima tingkatan.
Yang paling menarik di bidang arsitektur adalah timbulnya seni kaligrafi yang menghiasi dinding-dinding masjid dengan berbagai gaya. Hal ini membuktikan bahwa kaum muslim sesungguhnya menunjukkan kemampuanya dalam melahirkan budaya. Seni kaligrafi ini sebagai pengganti dari kreativitas ajaran Islam melarang kreasi makhluk bernyawa kedalam seni mereka.

3. Pengaruh Islam di Bidang Kesenian
Dibidang kesenian Islam memberi pengaruh pada seni musik, seni tari, seni rupa, dan seni sastra. Dipesisir Selatan Jawa, ada lagu Pelog dan Slendro yang dipengaruhi oleh irama macapat dan gamelan. Lagu itu mempengaruhi qirat (tilawahnya) Al-Quran, sehingga dapat dikatakan qirat merupakan cabang tersendiri yang tumbuh di Indonesia. Di Aceh terdapat tarian Seudati yang dibawakan oleh delapan orang dengan melantunkan syair-syair solawat kepada Nabi. Di Jawa terdapat Wayang pertunjukan, sebenaranya wayang telah ada sejak zaman Hindu-Budha namun ketika zaman Islam para Wali dalam mengembangkanya digunakan sebagai sarana berdakwah.
Dibidang seni sastra Islam memberi memberi pengaruh tehadap sastra di Nusantara. Beberapa peninggalan Islam dalam bidang sastra yaitu Hikayat, Hikayat merupakan karya sastra yang berisi cerita sejarah dan dongen yang berpangkal pada tokoh sejarah, salah satu contoh hikayat yang terkenal yaitu hikayat Cerita Seribu Satu Malam.
Selain itu masih terdapat bentuk lain dari alkulturasi kebudayan Islam yang masih diterapakan pada masyarakat Indonesia sampai sekarang. Di Yogyakarta dan surakarta terdapat perayaan yang disebut dengan Sekaten, yang diselenggarakan di Balairung, alun-alun dan masjid agung. Di Masjid diadakanya Ceramah keagamaan, di Balairung diadakanya pertunjukan perlengkapan keraton, sedangkan dikeraton diadakanya pasar murah yang diselenggarakan selam satubulan. Puncak acaranya pada hari Grebeg tanggal 12 Maulid (Robiul Awal), dari kraton dikeluarkanya gunungan yang dibuat seperti limas yang terbuat dari nasi kuning dengan telor dan disertai buah-buahan dan diiringi oleh gamelan, selanjutnya dibagiakan kepada masyarakat, hingga akhirnya berebut dan terlihat mengasyikkan. Sedangkan di Daerah Klaten Gunungannya berisikan apem, yang disebut dengan Yaqowiyu.

4. Pengaruh Islam di Bidang Pendidikan
Salah satu wujud pengaruh Islam dalam bidang Pendidikan salah satunya yaitu Pesantren. Kata pesantren telah digunakan sejak zaman Hindu yang berasal dari bahasa sangsekerta yaitu Shastri memiliki arti yang memiliki pengetahuan tentang kitab suci agama Hindu, pada zaman Hindu pesanten digunakan untuk tempat pendidikan dan mengajarakan agama Hindu, namun setelah Islam datang, kurikulum serta proes pendidikanya diperbahurui dan diambil alih umat Islam. Sebenaranya pesatren merupakan asrama atau pondoan yang tradisional mengenai pendidikan Islam, para siswa yang belajar di pesantren diasramakan untuk belajar ilmu agama dibawah bimbingan seorang Kyai, dan mempelajari beberapa kitab klasik yaitu Kitab Kuning.


SUMBER
Abdul Karim. 2013. Islam Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher,  
C. Kesimpulan
Setelah Islam masuk dan berkembangan di indonesia memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan bangsa Indonesia. Pengaruh tersebut memberikan akulturasi (proses bercampurnya dua atau lebih kebudayaan karena percampuran bangsa-bangsa yang saling mempengaruhi) bagi kebudyaan Indonesia. Sebelum Islam Masuk dan berkembang, bangsa Indonesia telah dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha.
Dalam bidang bahasa, Bahasa Arab masuk dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Sehingga, alkulturasi budaya terjadi secara adopsi dengan penyesuaian pengucapan bagi bangsa Indonesia. Banyak kata-kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan adopsi dari kata bahasa Arab.
Dalam bidang arsitektur, masjid masih mempertahankan kebudayaan lokal yaitu bebrapa masjid yang terdapat menara atau meru yang menyerupai candi. Menara tersebut difungsikan untuk seruan melaksanakan sholat/adzan dan sebagai pemantau hilal seratah menabuhkan bedug diatas menara, sebagi tanda telah masuk waktu sholat.
Dibidang kesenian Islam telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan bangsa indonesia. Diantaranya seni tari yang diiringi dengan solawat, seni ukir berupa kaligrafi, seni sastra berupa hikayat, dan beberapa kebudayan yang masih dilakukan hingga saat ini yaitu pementasan wayang, serta peringatan maulid Nabi Saw di keraton Yogyakatar dan Surakarta.
Dibidang pendidikan islam telah mengambil alih pesantren yang dulunya digunakan sebagai pendidikan dalam memgajarkan agama Hindu. Namun Islam telah menggati kurikulum serata proses pembelajaranya dalam mepelajari agama Islam dengan seorang Kyai dan santrianya dalam sebuah pondok atau asrama untuk tinggal bersama dan mempelajari kitab klasik, yaitu Kitab Kuning.

0 komentar:

Posting Komentar